Silent Stroke Pada Manula Dapat Dicegah Dengan Olahraga Rutin

Stroke-word-cloud-for-blog

Orang yang tidak berolahraga teratur memiliki resiko lebih tinggi terserang “silent stroke” daripada orang yang aktif berolahraga secara teratur sampai usia manula. Silent Stroke adalah stroke yang tidak diawali dengan gejala-gejala stroke pada umumnya, seperti sakit kepala yang parah, pusing, kesulitan berbicara, dan kelumpuhan. Silent stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah dan mengakibatkan masalah pada memori/ kehilangan ingatan. Hal ini sangat berbahaya karena tanpa adanya gejala awal stroke, tanpa disadari penderita dapat kehilangan ingatan seketika.

Penelitian ilmiah yang baru dipublikasikan oleh peneliti di New York Columbia University dan Florida University of Miami meneliti 1.238 orang manula (usia lanjut) yang tidak mengalami gejala stroke pada saat penelitian dimulai. Sebagian besar peserta studi berumur 60-an ketika mereka ikut serta dalam penelitian dan mulai menyelesaikan kuesioner rinci yang mengeksplorasi seberapa sering dan intens mereka melakukan olahraga. Sekitar enam tahun kemudian, pada usia rata-rata 70, para peserta dilakukan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan otak. Hasil scan menunjukkan bahwa 197 peserta yang jarang berolahraga, atau sekitar 16%, menunjukkan gejala silent stroke. Sedangkan para manula yang aktif berolahraga teratur beresiko 40% lebih kecil terserang silent stroke ini, bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor resiko stroke lainnya seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan setidaknya olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau 75 menit olahraga intensitas tinggi per minggu untuk menurunkan resiko penyakit jantung (kardiovaskular). Jenis olahraga dengan intensitas sedang dan tinggi diantaranya adalah jalan cepat, berkebun, pekerjaan rumah tangga, berenang, joging, hiking, bersepeda, dan tenis. Namun perlu diperhatikan agar memulai program olahraga yang tepat, khususnya bagi manula yang jarang berolahraga semasa mudanya. Memulai olahraga bisa dimulai perlahan, dengan jalan cepat dan jogging setiap pagi 10-30 menit, dan perlahan ditingkatkan jenis olahraganya seperti berenang, dan aerobik ringan. Ada baiknya bagi anda yang berusia di atas 60 tahun untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli olahraga (fitness instructor) sebelum memulai program olahraga teratur agar sesuai untuk usia dan kondisi fisik anda.

Sumber:
Willey, J. Neurology, online, June 8, 2011.
Joshua Z. Willey, MD, MS, assistant professor of neurology, Columbia University, New York City.
Daniel Lackland, MD, professor of neuroscience, Medical University of South Carolina, Charleston.
News release, American Academy of Neurology.
American Heart Association position statement: “Exercise for Older People and Those with Disabilities.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s